SISTEM AMONG smk TAMANSISWA

Published May 13, 2012 by indahnhbk
Kita sudah terlalu sering berkenalan dengan berbagai istilah, filsafat dangaya pendidikan Barat. Mulai dari Teori Konstruksivisme, Psikologi Behaviorial,Taksonomi Bloom, Cooperative Learning, Active Learning, Quantum Learning,dan ribuan learning lain yang kita pelajari dalam berbagai diktat maupun buku.Kesemua hal dalam pendidikan Barat itu –gaya, filsafat, psikologi, metode,teknik- berupaya diupayakan agar dapat diterapkan dalam pendidikan diIndonesia. Berbagai cara ditempuh, mulai mewajibkan mahasiswa meneliti sebuahmetode tertentu dalam skripsinya, sampai proyek CBSA Depdikbud di tahun1980-an. Berbagai hal dilakukan agar berbagai teori dan gaya pendidikan Barattadi dapat dianggap sesuai dengan kehidupan sosial budaya masyarakat kita.Mulai dari manipulasi data skripsi mahasiswa yang sedang meneliti fenomena penerapan tadi agar sesuai keinginan, sampai pada penyusunan argumensistematis yang digunakan untuk meyakinkan khalayak banyak. Namun apakahmemang benar filsafat, gaya, pendekatan dan metode pendidikan barat memangsesuai dengan budaya bangsa kita?
Dan sebuah pertanyaan yang dimunculkan selanjutnya adalah, “Apakah bangsa Indonesia sendiri tahu dengan Sistem Among?, sebuah sistem pendidikanyang dicetuskan oleh anak bangsa sendiri, Ki Hadjar Dewantara?”Sistem Among adalah ide Ki Hadjar Dewantara yang selanjutnyadiimplementasikan dalam pendidikan Taman Siswa. Sistem ini merupakanmetode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih, asah dan asuh(
care and dedication based on love
). Pendidikan sistem Among bersendikan padadua hal yaitu: kodrat alam sebagai syarat untuk menghidupkan dan mencapaikemajuan dengan secepat-cepatnya dan kemerdekaan sebagai syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin anak hingga dapathidup mandiri. Sistem Among sering dikaitkan dengan asas yang berbunyi: TutWuri Handayani, Ing madya mangun karsa, Ing ngarso sung tuladha. Asas initelah banyak dikenal oleh masyarakat daripada Sistem Among sendiri, karena banyak dari anggota masyarakat yang belum memahaminya.“Among” berasal dari bahasa Jawa yaitu
mong
atau
momong
, yang artinyamengasuh anak. Para guru atau dosen disebut pamong yang bertugas untuk mendidik dan mengajar anak sepanjang waktu dengan kasih sayang. Tujuan dariSistem Among adalah membangun anak didik untuk menjadi manusia berimandan bertaqwa, merdeka lahir dan batin, budi pekerti luhur, cerdas dan berketrampilan, serta sehat jasmani dan rokhani agar menjadi anggota masyarakatyang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan tanah air serta manusia pada umumnya. Dalam pelaksanaan Sistem Among, setelah anak didik menguasai
ilmu, mereka didorong untuk mampu memanfaatkannya dalam masyarakat,didorong oleh cipta, rasa, dan karsa.Sistem Among merupakan salah satu dari ajaran Ki Hajar Dewantara.Ajaran Ki Hajar Dewantara sendiri meliputi bermacam ragam, ada yang sifatnyakonsepsional, petunjuk operasioanl praktis, fatwa, nasehat, dan sebagainya. Dari banyak hal tersebut, yang sifatnya konsepsional bisa ditemukan pada bidang- bidang sesuai predikatnya.Di bidang pendidikan Ki Hajar Dewantara memmpunyai konsepsi tentang“Tripusat Pendidikan”, suatu upaya pendidikan nasional yang meliputi pendidikandi tiga lingkungan hidup, ialah lingkungan keluarga, perguruan dan masyarakat.Pada segi metodologi Ki Hajar Dewantara mempunyai Metode Among, ialahmetode pendidikan yang berjiwa kekeluargaan, serta bersendikan dua dasar, yaitu:kodrat alam dan kemerdekaan. Di bidang kebudayaan, sebagai upaya pembinaankebudayaan, Ki Hajar Dewantara memiliki konsepsi tentang teori Trikon, ialah:kontinuitas, konvergensi, dan konstrisitas. Di bidang politik kemasyarakatan KiHajar Dewantara mempunyai faham dan pengertian tentang demokrasi yang khas,yang dikenal sebagai demokrasi dan kepemimpinan, suatu demokrasi yang berjiwa kekeluargaan. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang merupakan pedoman atau petunjuk operasional praktis, diantaranya disebut: Tringa, Tri pantangan, WasitaRini, Sepuluh Sendi Hidup Merdeka dan sebagainya.Yang berbentuk fatwa antaralain: “Hak diri untuk menuntut salam dan bahagia”, “salam bahagia diri tak bolehmenyalahi damainya masyarakat”, “Neng, Ning, Nung, Nang”, dan lainsebagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: