Konsep Pendidikan TAMANSISWA

Published May 13, 2012 by indahnhbk
Tamansiswa adalah badan perjuangan kebudayaan dan pembangunanmasyarakat yang menggunakan pendidikan dalam arti luas untuk mencapai cita-citanya. Bagi Tamansiswa, pendidikan bukanlah tujuan tetapi media untuk mencapai tujuan perjuangan, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdekalahir dan batinnya. Merdeka lahiriah artinya tidak dijajah secara fisik, ekonomi, politik, dsb; sedangkan merdeka secara batiniah adalah mampu mengendalikankeadaan.Tamansiswa memakai asas anti intelektualisme; artinya siapa pun tidak  boleh hanya mengagungkan kecerdasan dengan mengabaikan faktor-faktor lainnya. Tamansiswa mengajarkan azas keseimbangan (i), yaitu antaraintelektualitas di satu sisi dan personalitas di sisi yang lain. Maksudnya agar setiap anak didik itu berkembang kecerdasan dan kepribadiannya secaraseimbang.Tujuan pendidikan Tamansiswa adalah membangun anak didik menjadimanusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, merdekalahir batin, luhur akal budinya, cerdas dan berketerampilan, serta sehat jasmanidan rohaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan bangsa, tanah air, serta manusia pada umumnya.
Meskipun dengan susunan kalimat yang berbeda namun tujuan pendidikanTamansiswa ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.Kalau di Barat ada “Teori Domain” yang diciptakan oleh Benjamin S.Bloom yang terdiri dari kognitif, afektif dan psikomotorik maka di Tamansiswaada “Konsep Tringa” yang terdiri dari ngerti (mengeta-hui), ngrasa (memahami)dan nglakoni (melakukan). Maknanya ialah, tujuan belajar itu pada dasarnya ialahmeningkatkan pengetahuan anak didik tentang apa yang dipelajarinya, mengasahrasa untuk meningkat-kan pemahaman tentang apa yang diketahuinya, sertameningkatkan kemampuan untuk melaksanakan apa yang dipelajarinya.Pendidikan Tamansiswa dilaksanakan berdasar Sistem Among, yaitu suatusistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan dan bersendikan kodrat alam dankemerdekaan. Dalam sistem ini setiap pendidik harus meluangkan waktusebanyak 24 jam setiap harinya untuk memberikan pelayanan kepada anak didik sebagaimana orang tua yang memberikan pelayanan kepada anaknya.Sistem Among tersebut berdasarkan cara berlakunya disebut Sistem TutwuriHandayani. Dalam sistem ini orientasi pendidikan adalah pada anak didik, yangdalam terminologi baru disebut student centered. Di dalam sistem ini pelaksanaan pendidikan lebih didasarkan pada minat dan potensi apa yang perlu dikembangkan pada anak didik, bukan pada minat dan kemampuan apa yang dimiliki oleh pendidik. Apabila minat anak didik ternyata akan ke luar “rel” atau pengembangan potensi anak didik di jalan yang salah maka pendidik berhak untuk meluruskannya.
Untuk mencapai tujuan pendidikannya, Tamansiswa menyelanggarakankerja sama yang selaras antartiga pusat pendidikan yaitu lingkungan keluarga,lingkungan perguruan, dan lingkungan masyarakat. Pusat pendidikan yang satudengan yang lain hendaknya saling berkoordinasi dan saling mengisi kekuranganyang ada. Penerapan sistem pendidikan seperti ini yang dinamakan SistemTrisentra Pendidikan atau Sistem Tripusat Pendidikan.Pendidikan Tamansiswa berciri khas Pancadarma, yaitu Kodrat Alam(memperhatikan sunatullah), Kebudayaan (menerapkan teori Trikon),Kemerdekaan (memperhatikan potensi dan minat maing-masing indi-vidu dankelompok), Kebangsaan (berorientasi pada keutuhan bangsa dengan berbagairagam suku), dan Kemanusiaan (menjunjung harkat dan martabat setiap orang).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: